Pengumuman: Pindah Alamat Blog ke Ummushofi.wordpress.com
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد
Setelah setahun lebih blog ini “ngontrak gratis” di 0fees.net dan setelah 2 kali di suspend akibat melampaui quota yang diberikan, terakhir kali disuspend adalah kamis tgl 5 Agustus 2010 dimana blog tidak dapat di akses seharian dan baru bisa aktif kembali setelah kami kontak bagian supportnya.
Beberapa jenis optimasi sudah kami coba, dan daripada bingung-bingung khawatir disuspend lagi insyaAlloh mulai sekarang blog ini akan kami pindah ke URL:
InsyaAlloh blog di wordpress.com walaupun gratis tapi lebih tahan terhadap traffic yang tinggi dan kebutuhan bandwidth yang besar, walaupun kesempatan berkreasi (modifikasi theme, file flash, dll) jadi berkurang. Setidaknya kemungkinan disuspend lebih kecil…
Jadi semua aktifitas blog akan dilanjutkan di alamat baru ini dan alamat yang lama (ummushilah.0fees.net) tidak akan di update lagi.
Demikian pemberitahuan ini.
والحمدلله على كل حال
Ummu Shofiyyah al-Balitariyyah
Makna Husnudzon / Berbaik Sangka Kepada Alloh Ta’ala
Oleh : Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahullohu ta’ala

Pertanyaan:
Mohon jelaskan kepada kami makna husnudzon (berbaik sangka) kepada Alloh?
Jawaban:
Hukum Seorang Wanita Menambahkan Nama Suaminya di Belakang Namanya
Setelah menikah, terkadang seorang wanita mengganti namanya belakangnya atau nama keluarganya dengan nama suaminya. Hal ini juga banyak dilakukan di negara-negara barat, seperti istrinya Bill Clinton: Hillary Clinton yang nama aslinya Hillary Diane Rodham; istrinya Barrack Obama: Michelle Obama yang nama aslinya Michelle LaVaughn Robinson, dan lain-lain.
Lalu bagaimanakah pendapat para ulama tentang masalah ini?
Tentang Kencing Bayi yang Pernah Ditahnik Dengan Kurma atau Diobati dengan Madu
Sudah maklum bahwa kencing bayi laki-laki yang belum makan makanan atau masih ASI ekslusif adalah najis ringan yang jika terkena pada pakaian cukup dibasahi dengan air, tanpa perlu mencucinya.
Lalu, bagaimana dengan kurma yang biasa ditahnikkan pada bayi yang baru lahir? Atau madu yang diberikan untuk mengobatinya jika sakit?
Berikut ini fatwa Syaikh Muhammad Ali Farkus hafidzohulloh, seorang ulama sunnah dari al-Jaza’ir.
***
Oleh : Syaikh Abu Abdil Mu’iz Muhammad Ali Farkus -hafidzohulloh-
Pertanyaan :
Dalam hadits Ummu Qois bintu Mihshon rodhiyallohu anha:
أَنها أَتتْ بِابْنٍ لها صغيرٍ، لمْ يأْكلِ الطّعامَ إِلى رَسولِ اللّهِ -صلى الله عليه وسلم- ، فأَجلسهُ رَسولُ اللّهِ -صلى الله عليه وآله وسلم- فى حجرِهِ ، فَبالَ على ثَوْبهِ ، فدعا بماءٍ فنضحهُ وَلمْ يغسله
Bahwa ia datang dengan anak laki-lakinya yang masih kecil yang belum makan makanan kepada Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam. Lalu Rosululloh shollallohu alaihi wa aalihi wa sallam mendudukkan anak itu di pangkuannya, kemudian anak itu ngompol di baju beliau. Beliau pun meminta air lalu memercikinya dan tidak mencucinya [1].
Apa makna “لم يأكل الطعام” (belum makan makanan)? Dan apakah kurma yang digunakan untuk mentahniknya termasuk “makanan” tersebut? Dan juga madu yang digunakan untuk pengobatan?
Jawaban: Baca selengkapnya »
Mengucapkan Salam Kepada Orang yang Sedang Sholat & Cara Menjawabnya
Mungkin pernah terjadi ketika kita sedang sholat ada orang yang datang dan mengucapkan salam kepada kita. Atau sebaliknya, ketika kita masuk rumah ada yang sedang sholat di dalamnya. Lalu apakah disunnahkan mengucap salam kepada orang yang sedang sholat tersebut? Dan apakah disyari’atkan bagi orang yang sedang sholat untuk menjawab salamnya? Dan bagaimanakah cara menjawabnya?
Berikut sebuah tulisan yang ditulis oleh Haifa’ bintu Abdillah ar-Rosyid hafidzohalloh mengenai masalah ini.. Semoga bisa memberi faidah…
***
Termasuk sunnah yang hampir dilupakan adalah mengucapkan salam kepada orang yang sedang sholat
Oleh : Haifa’ bintu Abdillah ar-Rosyid
Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata (dalam Zaadul Ma’ad 1/266) : Baca selengkapnya »
Garis Sunnah
Oleh : Ustadzuna Abu Abdirrohman Abdulloh Amin hafidzohulloh
Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: Nabi sholat Isya’ kemudian pergi dan menggandeng tangan Abdulloh bin Mas’ud hingga keluar bersama beliau menuju lembah padang pasir berkerikil di Makkah lalu beliau mendudukkannya kemudian beliau menggariskan untuknya sebuah garis kemudian bersabda:
لاَ تَبْرَحَنَّ خَطَّكَ فَإِنَّهُ سَيَنْتَهِى إِلَيْكَ رِجَالٌ فَلاَ تُكَلِّمْهُمْ فَإِنَّهُمْ لاَ يُكَلِّمُونَكَ
“Janganlah engkau meninggalkan garismu karena sesungguhnya akan berhenti di hadapanmu beberapa orang, janganlah engkau berbicara dengan mereka karena mereka tidak akan berbicara kepadamu.”
Lalu Rosululloh pergi sesuai dengan keinginan beliau, hingga ketika aku dalam keadaan duduk dalam garisku tiba-tiba datang kepadaku beberapa orang, Baca selengkapnya »
Air Susu Ibu (ASI) dan Keutamaannya Dalam al-Qur'an dan As-Sunnah
Tulisan ini merupakan posting ulang dari tulisan kami yang pernah diposting di tholib.wordpress.com. Kali ini kami posting ulang dengan beberapa revisi dan tambahan berupa fatwa Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rohimahulloh tentang hukum menyusui setelah anak berusia lebih dari dua tahun.
Semoga bisa menambah faidah tentang pentingnya ASI dan keutamaannya sebagai salah satu “Imunisasi Nabawi“…
***
Alloh ‘azza wa jalla berfirman :
يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ
“Alloh mewasiatkan kepada kalian tentang anak-anak kalian” [QS. an-Nisa' : 11]
Di antara tanggung jawab pertama orang tua ketika si buah hati lahir adalah memberinya nafkah yang mencukupi kebutuhannya, mulai dari pakaian sampai makanan. Dan al-Hamdulillah, di antara tanda kesempurnaan ciptaan Alloh ta’ala adalah diciptakannya ASI bagi para wanita (bahkan hewan mamalia betina) yang telah melahirkan sebagai makanan bagi anaknya. Dan menurut penelitian para Dokter sekarang ini bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, bahkan bagi bayi yang lahir premature.
Dan Kolostrum (ASI yang keluar di awal-awal setelah melahirkan, berwarna kekuning-kuningan) menurut beberapa literatur merupakan “imunisasi alami” bagi bayi atau sebagai obat yang mengandung zat kekebalan yang sangat berguna bagi bayi, karena dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan alergi.
Dan juga terdapat dalil-dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah tentang ASI dan menyusui ini, sebagiannya akan kami bawakan berikut ini. Baca selengkapnya »













